Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

Thursday, 31 July 2014


 pemimpin isis
Kepolisian Republik Indonesia akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait dengan beredarnya ajakan bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) oleh warga Indonesia dalam situs YouTube. Soalnya, Kominfo yang punya wewenang menutup situs.
“Kalau berkaitan dengan IT, polisi akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi, terutama dengan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik,” kata  Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Ronny Frangky Sompie saat dihubungi Tempo, Kamis, 31 Juli 2014.
Kepolisian, kata dia, telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi sejak munculnya isu dan pemberitaan di media sosial perihal ISIS. Ini dilakukan sebagai langkah untuk memberikan pengamanan dan perlindungan kepada masyarakat. “Salah satu tugas kami melakukan pencegahan,” ujarnya.
Sebuah video berisi ajakan dari sekelompok orang Indonesia untuk bergabung dengan ISIS beredar melalui situs YouTube. Dalam video berdurasi delapan menit berjudul “Join the Ranks” itu, seseorang yang menyebut dirinya Abu Muhammad al-Indonesi meminta warga Indonesia untuk mendukung perjuangan ISIS dengan menjadi khilafah dunia.
“Kami ikhwan-ikhwan kalian, saudara-saudara kalian dari Indonesia yang bergabung dan berada di Daulah Islamiyah menyampaikan salam,” kata Abu Muhammad al-Indonesi.
Video ajakan jihad itu merupakan video terbaru dan diunggah oleh Jihadology pada 22 Juli 2014. Bulan lalu, ISIS juga merilis video yang berisi ajakan dari warga Australia, Jerman, dan Kanada.
Sebelum video ini beredar, Abu Bakar Baasyir telah menyatakan dukungannya kepada ISIS pekan lalu. Kelompok garis keras Sunni itu mendeklarasikan ISIS awal Juli 2014 setelah merebut sejumlah wilayah di Irak dan Suriah dengan pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi.
Status sebagai presiden terpilih periode 2014-2019 melambungkan nama Joko Widodo. Namun, hal itu tidaklah menghapus masa jatuh bangun Jokowi dulu. Termasuk bagaimana Jokowi dan sang istri, Iriana, bersusah payah mencicil rumah.




Sekitar 24 tahun silam, yakni pada tahun 1990, Jokowi dan Iriana tertarik membeli sepetak tanah di Jalan Kutai Utara, Sumber, Solo, Jawa Tengah. Mereka membeli 200 meter persegi lahan dengan harga Rp 25.000 per meternya untuk dibangun sebuah rumah sederhana.
“Lah dulu ndak punya duit. Duitnya siapa?” ujar Jokowi seperti dikutipKompas.com
Kala itu, Jokowi dan Iriana tidak mempunyai tetangga. Kiri dan kanannya hanyalah sawah. Suara kodok serta jangkrik ketika malam hari menjadi suasana yang disukai pasangan suami istri yang menikah pada 24 Desember 1986 itu.
Seiring waktu, ekonomi keluarga Jokowi dan Iriana membaik. Ekspor produk mebel Jokowi laku keras di pasar Eropa. Bahkan, kondisi itu terjadi di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang karut marut akibat diterpa krisis ekonomi 1998.
“Punya duit sedikit-sedikit nambah lagi. Beli tanah di samping lagi. Akhirnya sampai saat ini, deh,” kenang Iriana.
“Dulu, rumah saya paling bagus. Sekarang ini jadi yang paling jelek. Rumah-rumah bagus sudah dibangun di kiri dan kanan,” lanjut dia.
Sekadar cerita, harga tanah di seputaran rumah Jokowi meningkat drastis ketika Jokowi terpilih menjadi presiden RI. Salah seorang tetangga sampai-sampai tidak jadi menjual rumah serta tanahnya lantaran saat ini sudah menjadi tetangga presiden.
 Asri dan nyaman
Rumah Jokowi berdiri di lahan sekitar 700 meter persegi, persis berada di perempatan jalan kompleks. Sekeliling rumah itu ditutup tembok berbahan batu setinggi tiga meter. Gerbang masuk pun dibuat tinggi dan padat agar tidak terlihat dari luar.
Begitu melewati gerbang masuk, jalan setapak dikelilingi rumput dan sejumlah tanaman hias menyambut. Di ujung jalan setapak terdapat sumur.
Dari kondisinya, sumur itu tampak tak digunakan lagi. Dilihat dari jalan setapak, rumah hasil “nyicil” itu tampak apik lantaran paduan antara gaya minimalis dengan unsur etnik di interiornya.
Kesan asri, nyaman, dan santai kental terasa begitu masuk ke dalam rumah. Ruang tengah Jokowi diisi oleh sedikit sofa dan sebuah meja kayu jati. Sisanya, hanya karpet dengan dua buah bantal besar untuk lesehan.
Di salah satu temboknya terdapat almari raksasa, tempat menyimpan berbagai buku. Sejumlah barang antik, misalnya piringan hitam, melengkapi keasrian dalam rumah tersebut.
Bersebelahan dengan ruang keluarga tersebut, terdapat ruang makan dengan meja berpelitur gelap panjang. Background ruang makan itu sebuah lukisan yang mengisahkan bagaimana Jokowi blusukan.
Ruangan shalat melengkapi ruang makan tersebut. Ruang makan tersambung lagi dengan sebuah pintu ke halaman belakang. Taman kecil serta pendapa serba kayu lengkap dengan kolam renang kecil terdapat di sana. Kata Jokowi, kolam renang jarang digunakan. Jika di rumah tak ada orang, air kolam renang dikosongkan dan baru diisi lagi jika ada tamu datang.
Setidaknya, 10 ekor burung, mulai dari burung parkit, jalak, perkutut, hingga cucok rowo serta dua ekor ayam meramaikan suasana jika beraktivitas di halaman belakang itu.
“Ini, istri saya suka nongkrong di pasar burung dekat sini. Tapi dia sukanya beli-beli yang murah-murah. Kalau saya di Jakarta ya rumah ini hanya istri dan anak-anak saya yang di Solo saja yang nempatin. Kadang-kadang rindu juga,” ujar dia.

Tuesday, 29 July 2014


Kapal penyeberangan bernama Berkat Bersaudara tenggelam di antara Dolok, Kuala Kapuas dengan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (29/07/2014) sekitar pukul 08.45 Wita. Data dari Kementerian Perhubungan menyebutkan, kapal nahas tersebut mengangkut 60 penumpang dan 15 motor. Kabar terakhir 12 penumpang dinyatakan tewas.
“Kapal mengangkut 60 penumpang dan 15 motor,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Julius Adravida Barata.
Julius mengungkapkan, kapal ini memiliki kapasitas 4 gross tonnage (GT) dan bukan merupakan kapal ferry. Kapal berangkat dari Kampung Panamas menuju Dolok, Kuala Kapuas, yang berjarak 700 meter.
Akibat kecelakaan ini, 12 orang meninggal dan enam orang lainnya masih dalam pencarian. “12 orang meninggal, enam orang masih dicari, dan 15 motor hilang,” kata Julius Adravida Barata dalam keterangan resmi, Selasa (29/07/2014) malam.
Sementara Menurut Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kuala Kapuas, Wahyudi, kapal tenggelam lantaran kelebihan penumpang. KUPP sebagaimana dikutip Tempo, sudah menarik kapal tersebut merapat ke kampung Kapuas.

Sejumlah kereta api (KA) mengalami keterlambatan. Kementerian Perhubungan mencatat setidaknya ada 22 kereta api yang mengalami keterlambatan.
“Secara keseluruhan, perjalanan kereta api aman, tapi terdapat keterlambatan lebih dari satu jam,” kata Ketua Posko Harian Sif II Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Adolf R. Tambunan dalam laporannya yang dikutip Tempo, Selasa (29/07/2014).
Nah, berikut ini kereta yang mengalami keterlambatan:
1) KA 7002 (Gajayana Lebaran), terlambat 81 menit karena menunggu rangkaian di Stasiun Pasar Senen.
2) KA 7014 (Sawunggalih Lebaran), terlambat 49 menit karena menunggu rangkaian di Stasiun Pasar Senen.
3) KA 66 (Cirebon Ekspres), terlambat 84 menit disebabkan oleh perbaikan air di Pasar Senen.
4) KA Gaya Baru Malam 153, terlambat 62 menit di Stasiun Kroya .
5) KA Sawunggalih Malam 123, terlambat masing-masing 38 menit di Stasiun Kroya dan Stasiun Purwokerto.
6) KA Gajahwong 137, terlambat 36 menit di Stasiun Kutoarjo dan 42 menit di Stasiun Kroya.
7) KA Kahuripan 161, terlambat 68 menit di Stasiun Kutoarjo.
8) KA Serayu Pagi 212, terlambat 91 menit di Stasiun Kutoarjo.
9) KA Joko Tingkir, terlambat 36 menit di Stasiun Kroya, 34 menit di Stasiun Purwokerto, dan 30 menit di Stasiun Prupuk.
10) KA Purwojaya Lebaran 7020-7017, terlambat 38 menit di Stasiun Kutoarjo dan 42 menit di Stasiun Purwokerto.
11) KA 160 Pasundan, terlambat 71 menit dari daerah operasi sebelumnya.
12) KA Gajayana 39, terlambat 63 menit di Stasiun Prupuk.
13) KA Bima, terlambat 98 menit di Stasiun Purwokerto.
Penumpang harian kereta pada hari pertama Lebaran atau 28 Juli 2014 berjumlah 198.864, terdiri atas 95.497 penumpang kereta utama dan 101.367 penumpang kereta lokal. Jumlah ini naik 16,25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sedangkan jumlah penumpang kumulatif kereta sepanjang 18-28 Juli atau H-10 hingga hari pertama Lebaran sebanyak 2.274.502 orang atau naik 16,09 persen dibanding periode yang sama tahun lalu

Tabrakan antar banana boat terjadi di perarian Tanjung Karang, Dongala, Selasa (29/07/2014) sekitar pukul 16.00 Wita. Dua wisatawan dilaporkan tewas seketika dan lima lainnya dilarikan ke rumah sakit. Peristiwa itu mengejutkan warga Kota Palu dan sekitarnya saat asyik berlibur di lokasi wisata tersebut.
Salah seorang saksi mata, Yusak Lamarua mengatakan, peristiwa tragis itu bermula saat sebuah banana boat berpenumpang tujuh orang dewasa dijalankan dengan ditarik oleh perahu motor cepat. Namun, banana boat sarat penumpang yang ditarik speed boat berwarna kuning itu tiba-tiba ditabrak oleh speed boat lainnya berwarna putih bertuliskan ‘Marlboro’. Akibatnya pun cukup fatal, tujuh penumpang banana boat yang ditarik speed boat kuning tersebut terpental dan langsung terlempar ke laut.
Melihat hal tersebut, sebagaimana dikutip Antara, warga dibantu pengunjung pantai yang sedang memadati lokasi wisata itu langsung bergegas berlarian untuk menolong korban tabrakan. Selang beberapa menit kemudian, warga menemukan dua penumpang dalam kondisi telah tewas di lokasi kejadian. Sementara lima penumpang banana boat lainnya ditemukan tak sadarkan diri. Para korban lalu dilarikan ke rumah sakit dekat Kota Donggala.
Kendati demikian, Yusak mengaku tak tahu persis identitas para korban tabrakan banana boat tersebut. Dia hanya menyebut bila para korban berasal dari kawasan Pasar Masomba, Kota Palu.
Saat ini, belum diperoleh keterangan dari polisi setempat terkait kecelakaan di pantai berjarak 35 kilometer sisi utara Kota Palu. Yusak menjelaskan, pasca-kejadian beberapa polisi sudah datang untuk mengumpulkan informasi kepada para saksi kejadian.
Yusak menduga, kecelakaan tersebut dipicu kelalaian pengemudi speed boat yang kurang berhati-hati. Alasannya, situasi di tempat kejadian sangat ramai karena terdapat lima speed boat berkecepatan tinggi dan terus meliuk-liuk. Terlebih lagi, aksi banana boat di pantai pasir putih itu memang tidak pernah kehabisan peminat.
“Di lokasi ini, selain ada lima banana boat juga ada kapal-kapal wisata lain yang mengantar penumpang untuk menikmati terumbu karang dari permukaan laut. Jadi memang lokasi padat sekali sehingga kalau pengemudi speed boat itu lalai sedikit, maka akan terjadi tabrakan,” ujar Yusak, Selasa (29/07/2014).
Yusak juga menambahkan, saat kejadian cuaca di lokasi wisata itu cukup bersahabat dan cenderung tidak ada angin dan gelombang, langit cerah dan air laut sedang surut. “Arena permainan kapal-kapal itu juga semuanya di tepi pantai yang airnya cukup dangkal,” imbuhnya.
Untuk jumlah pengunjung di Pantai Tanjung Karang pada hari kedua Lebaran kali ini sangat padat, namun ketika kecelakaan ini terjadi pengunjung langsung menghentikan aktivitasnya dan berkemas meninggalkan lokasi tersebut.

Antrian sedekah dalam acara open house hari kedua di kediaman wakil presiden terpilih Jusuf Kalla (JK) di Makassar menelan korban jiwa, Selasa (29/07/2014). Seorang bocah, Hadika (11) warga Rappokalling, Tallo, Makassar tewas akibat berdesakan.
Peristiwa nahas itu berawal saat Hadika datang bersama ibunya, Nahu (38). Mereka datang bersama rombongan untuk masuk ke kediaman JK. Saat mengantre itulah, korban terjatuh dan terinjak-injak ribuan warga. Para warga ingin mendapat sedekah berupa satu dus kue dan uang tunai Rp 50 ribu.
Nahu mengatakan ia tadinya mau berangkat seorang diri saja dari rumah. “Tadinya dia minta saya tinggal di rumah, biar dia yang pergi ambil amplopnya Pak JK. Tapi saya takut karena dia masih kecil, jadi saya temani,” kata ibu tiga anak ini seraya meneteskan airmata.
Hadika sempat dibawa ke mobil ambulans yang telah disiapkan di sekitar kediaman JK. Selanjutnya, sebagaimana dikutip Tempo, Hadika dilarikan ke RS Stellamaris untuk mendapatkan pertolongan tim medis. Sayangnya, setibanya di rumah sakit nyawa siswa kelas 6 SD ini tak bisa diselamatkan.
Jenazah Hadika (11) korban antrian sedekah di kediaman JK. (Tempo)
Jenazah Hadika (11) korban antrian sedekah di kediaman JK. (Tempo)
Dari informasi yang berredar, keluarga korban antre sedekah tersebut mendapat santunan. Adik kandung Jusuf Kalla-lah yang memberikan uang santunan kepada orang tua korban tewas di Rumah Sakit Stella Maris, Makassar, Selasa (29/07/2014).
Fatimah Kalla didampingi putra Jusuf Kalla, Solihin Kalla, bersama Wali Kota Makassar Ramdanny Pomanto langsung mendatangi ruang jenazah Rumah Sakit Stella Maris untuk melayat bocah korban tewas yang merupakan warga Jalan Dg Tantu, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Makassar, tersebut.
Keluarga JK melayat dan memberi santunan. (Tempo)
Keluarga JK melayat dan memberi santunan. (Tempo)
Fatimah Kalla menyerahkan dana santunan yang terbungkus amplop cokelat kepada orang tua korban tewas, Muh. Talib dan Halwiyah, di depan jenazah yang akan diberangkatkan dengan mobil ambulans. Tidak disebutkan berapa jumlah uang santunan tersebut.
Wali Kota Makassar Danny Pomanto berjanji akan menanggung biaya pengantaran jenazah dan pemakamannya, serta biaya perawatan enam korban lainnya di RS Stella Maris. “Kami mewakili keluarga JK dan Pemerintah Kota Makassar turut berduka atas peristiwa ini. Kami tidak menyangka karena massa memang banyak dan susah diatur,” ujar Danny Pomanto.
Sementara Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Makassar Komisaris Besar Ferry Abraham menuturkan estimasi warga yang datang berjumlah di atas 5.000 dan dikawal sekitar 200 polisi. “Kondisi massa yang membeludak menyebabkan oksigen berkurang dan saling berdesak-desakan hingga akhirnya jatuh korban,” ujar Ferry.


Sumpek, ribut, dan sibuknya kota Jakarta sudah pasti membuat banyak penduduknya sering merasa jenuh dan tidak betah untuk tinggal di daerah yang metropolitan ini.
Namun dengan adanya hari raya Idul Fitri, dalam sekejap 'menyulap' ibu kota menjadi terasa lengang dari mobil dan motor yang biasanya membuat nadi-nadi kota penuh sesak dan macet yang tak berkesudahan. Dan itu juga masih berlaku sampai dengan Idul Fitri 1435 Hijriyah tahun 2014 ini.
Seperti yang terjadi di tol dalam kota Jakarta, yang sehari-harinya penuh dengan kepadatan yang tinggi, saat lebaran volume kendaraan berkurang amat drastis.
Bahkan saat lebaran, di daerah rawat macet, patung pancoran, seringkali dirasakan tak ada kendaraan yang melintas untuk beberapa saat.
Daerah Kuningan yang selalu jadi biang kemacetan pun tak ketinggalan terasa kosong melompong dikarenakan kendaraan-kendaraan saat hari raya volumenya menurun drastis.
Berlaku juga di daerah bundaran HI yang hanya ada beberapa kendaraan melintas melewati daerah ini.
Kondisi ini telah dialami Jakarta selama bertahun-tahun, di saat para penduduk pulang kampung, penduduk asli Jakarta bisa menikmati lengangnya kondisi jalan meskipun hanya dalam beberapa hari saja.
Hanya saja saat lebaran telah usai, maka kota mati yang bagi banyak orang dirasa nyaman, akan kembali dengan kesibukannya yang aktif. Kembali dengan denyut nadi perekonomian yang didominasi oleh pendatang.
 

Saturday, 26 July 2014



Umat Islam melepas puasa Ramadan dengan merayakan hari kemenangan pada Idul Fitri, yang jatuh pada 1 Syawal. Hari raya ini merupakan ungkapan kebahagian manusia setelah berhasil mengatasi cobaan selama puasa, memperbaiki diri, serta meningkatkan kesalehan sosial pada bulan Ramadan.
Secara etimologi, Idul Fitri berarti Hari Raya Kesucian atau Kemenangan, yakni kemenangan mendapatkan kembali, mencapai kesucian diri. Secara terminologi, dimaknai sebagai kepulangan seseorang kepada fitrah asalnya yang suci, ke kondisi asalinya saat pertama kali diciptakan.
Sebagaimana firman Allah dalam surat Ar-Rum, yang artinya: "Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah): (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" (Q, 30: 30).
Momentum 1 Syawal bisa menjadi perayaan kemenangan jika umat muslim berhasil melewati Ramadan dengan ketulusan hati. Ibadah puasa yang dijalani selama sebulan itu harus mampu melahirkan seseorang pribadi yang lebih baik menuju sempurna.
Sebab, nilai puasa tidak hanya tergantung pada berapa jauh kita merasa lapar dan haus serta menahan hasrat diri, melainkan pada keberhasilan manusia menjalankannya dengan iman dan ikhlas kepada Allah swt. Keberhasilan puasa juga dinilai dari kesanggupan manusia untuk mawas diri, melakukan evaluasi secara terus-menerus, dengan bertanya secara jujur: siapa diri kita sebenarnya.
Idul Fitri merupakan puncak pengalaman hidup sosial keagamaan dalam siklus waktu tahunan. Ia mengajarkan manusia bersikap positif dan optimis dalam memandang hidup. Manifestasi dari perayaan ini adalah sikap-sikap dan perilaku positif yang setinggi-tingginya dan setulus-tulusnya terhadap sesama.
Manusia dianjurkan menghormati sesamanya sebagaimana menghormati dirinya sendiri, serta ikut menegakkan pola hidup bersama yang dijiwai sikap saling percaya atau prasangka baik. Sebab sikap curiga bertentangan dengan dasar kesucian primordial ini, sehingga menjadikan manusia tidak manusiawi dan menyimpang dari fitrah.
Sebelum merayakan hari kemanangan, umat muslim diwajibkan membayar zakat fitrah yang dibagi kepada para fakir miskin serta yang berhak lainnya, sebagai ungkapan rasa setia terhadap sesama. Setelah itu dilanjutkan dengan perjumpaan besar pada salat ied, lalu diteruskan dengan bersilaturrahmi dan saling memaafkan. Itulah gambaran jelas dari aspek sosial selepas ibadah puasa.
Inilah semangat dan hikmah dari hari raya Idul Fitri. Semoga kita semua termasuk orang yang kembali ke fitrahnya dan sukses menahan diri serta memperoleh kebahagiaan. Pada saat yang sama kita dapat menangkap dan mengamalkan hikmah hari raya ini demi pembangunan bangsa menuju masa depan yang lebih baik.

Karikatur Jokowi-JK. Buka Polling kabinet impian.
arikatur Jokowi/JK. Buka Polling kabinet impian.
 JAKARTA --Setelah memenangi Pemilihan Umum Presiden 2014, kubu Jokowi-Jusuf Kalla mulai berkonsentrasi untuk memilih jajaran kabinet yang akan menjalankan fungsi pemerintahan di Indonesia pada periode 2014-2019.
Untuk menyaring aspirasi masyarakat, Jokowi Center dan Radio Jokowi melakukan survei dan polling jajaran kabinet pilihan masyarakat dalam formulir Kabinet Alternatif Usulan Rakyat.
Mereka menjelaskan hal tersebut sebagai upaya untuk ikut mengawal proses penjaringan nama-nama calon menteri yang dianggap layak oleh rakyat. Meskipun pemilihan menteri memang hak prerogatif Presiden. Namun, bukan berarti rakyat tidak bisa berpartisipasi.
Masyarakat bisa ikut mengusulkan nama yang dianggap cocok untuk menduduki jabatan menteri dengan mengisi formulir online yang telah disiapkan di https://docs.google.com/forms/d/14sBGBHq82F2ST6b0I8MzQ0db6gXYxygEkO2Xh1iG8G0/viewform
Dalam formulir tersebut telah disediakan beberapa nama yang diusulkan dan dapat dipilih secara online, atau pun dapat mengusulkan nama baru dengan mengisi nama pada kolom yang disediakan.
Di dalam memilih daftar nama calon-calon menteri dalam formulir tersebut, Jokowi Center dan Radio Jokowi melakukan diskusi intensif dengan berbagai kalangan: aktivis, intelektual, wartawan dan juga para politikus.

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memprediksi 1 Syawal 1435 Hijriah akan jatuh pada waktu yang sama, sehingga hari raya Idul Fitri 2014 berpotensi sama.

"Potensi kebersamaan Idul Fitri itu untuk tahap awal dapat diketahui dari aspek hisab dalam komunitas NU," kata Koordinator Rukyatul Hilal PWNU Jatim HA Sholeh Hayat di Surabaya, seperti dikutip Antara, Sabtu (26/7).

Menurut dia, ada tujuh hasil hitungan dengan tujuh sistem yang hasilnya mendekati kebersamaan tentang saat terjadinya "ijtimak unnayyi ren" (konjungsi saat matahari dan rembulan bertemu sebagai pertanda astronomi awal lahirnya hilal/sabit).

"Kitab Sullamun Nayyiren mencatat bahwa ijtimak terjadi pada pukul 04.45 WIB (pagi hari) dengan irtifak (ketinggian hilal) 6,42 derajat," kata Wakil Ketua PWNU Jatim itu.

Selain itu, Kitab Fathurrouf fil Mannan mencatat bahwa ijtimak terjadi pukul 04.27 WIB dengan irtifak hilal 6,27 derajat, lalu Kitab Irsyadul Murid mencatat bahwa ijtimak pukul 5,43 WIB dengan irtifak hilal 3,28 derajat.

Selanjutnya, Kitab Irsyadul Jadid mencatat bahwa ijtimak terjadi pukul 05.33 WIB dengan irtifak hilal 3,35 derajat, lalu Sistem Ephimeris Hisab Rukyat mencatat bahwa ijtimak terjadi pukul 05.33 WIB dengan irtifak hilal setinggi 3,49 derajat.

Berikutnya, Sistem Ephimeris mencatat bahwa ijtimak terjadi pukul 05.44 WIB dengan irtifak hilal 3,30 derajat, lalu Sistem Accurate Time mencatat bahwa ijtimak sudah imkan rukyat di atas 3 derajat.

"Imkan rukyat itu berarti posisi hilal/sabit sangat mungkin dilihat dalam Rukyatul Hilal (melihat sabit secara kasat mata). Jadi, potensi kebersamaan itu sangat besar," katanya.

Namun, walau dari aspek hitungan hisab bahwa hilal sudah dapat dilihat dalam Rukyatul Hilal, nahdliyyin (masyarakat NU) masih memerlukan satu tahap lagi sesuai syariat yakni melakukan Rukyatul Hilal itu.

"Untuk Jawa Timur, Rukyatul Hilal akan dilakukan pada 12 lokasi yakni Tanjungkodok, Lamongan; Bukit Condro, Gresik; Pantai Ambet, Pamekasan; Pantai Gebang, Bangkalan; dan Pantai Nambangan, Kenjeran, Surabaya," katanya.

Selain itu, rukyatul hilal juga dilakukan di Pantai Serang, Blitar; Pantai Ngliyep, Malang Selatan; Pantai Gili Ketapang, Probolinggo; Pantai Nyamplong, Jember; Pantai Kalbut, Pasir Putih, Situbondo; Tanjung Awar-Awar, Tuban; dan Pantai Srau, Pacitan.

"Walau demikian, keputusan terakhir ada pada Sidang Itsbat Menteri Agama pada Minggu (27/7) pukul 19.30 WIB. Insya-Allah, rukyat berhasil di antara 61 lokasi se-Indonesia," katanya.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1435 Hijriah jatuh pada 28 Juli 2014 berdasarkan "hisab hakiki wujudul hilal".

Berdasarkan hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal tersebut mencatat bahwa ijtimak menjelang Syawal 1435 Hijriah terjadi pada 27 Juli 2014 pukul 05.43.39 WIB atau pagi hari yang berarti sudah terjadi ijtimak, karena ijtimak terjadi sebelum terbenam Matahari.

sumber : https://id.berita.yahoo.com/idul-fitri-tahun-ini-berpotensi-serempak-031929543.html

Boschanger

Kategori

Artikel Populer

Artikel Terbaru